This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Analisis Perancangan Sistem Informasi
Konfigurasi NAT pada Windows XP
Membuat Router dengan NAT di Windows XP
Di dalam Windows, ada sebuah tool yang digunakan untuk memanajemen network seperti mensetting IP address, menyiapkan routing, dsb. Tool ini namanya NETSH (singkatan dari network shell).
Untuk menggunakan NETSH ini dalam membuat ROUTER, kita akan membutuhkan 2 NIC (Network Interface Card). NIC yang pertama adalah untuk terhubung ke network publik (misal: Internet) dan yang lainnya adalah untuk terhubung ke LAN (Local Area Network). Untuk NIC LAN, bisa dihubungkan ke SWITCH atau ke satu komputer (diperlukan kabel crossover).
Cara berikut adalah untuk membuat Windows XP bekerja sebagai NAT, tetapi tanpa batasan dari ICS (Internet Connection Sharing).
KEBUTUHAN :
1. Dua buah kartu jaringan (NIC) :
a. NIC1: terhubung ke jaringan internal (LAN). (Network apa saja, tidak terbatas pada 192.168.1.0).
b. NIC2: terhubung ke jaringan Internet (atau jaringan lain yang ingin dihubungkan).
2. Mempunyai hak akses administrasi untuk menghentikan/memulai services.
Langkah-langkah membuat Router dengan NAT pada Windows XP :
1. Nonaktifkan ICS pada kedua NIC, Caranya :
- Klik kanan pada NIC > Properties > Advanced. Pastikan Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection tidak dicont (r) eng.
2. Menonaktifkan Firewall/ICS Service (boleh lebih dulu dari langkah 1)
Caranya :
- Buka Control Panel > Administrative Tools > Services > Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS) > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Disabled” dan klik OK.
3. Mengaktifkan layanan Routing and Remote Access.
- Jika menggunakan Category View :
- Buka Control Panel > Performance and Maintenance > Administrative Tools > Services > Routing and Remote Access > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Automatic” dan klik OK
- Jika tidak menggunakan Category View :Control Panel > Administrative Tools > Services > Routing and Remote Access > klik 2x dan ubah Startup type menjadi “Automatic” dan klik OK.
4. Mengaktifkan “IPEnableRouter” pada Registry.
1. Buka Start > Run… dan ketik “regedit”, tanpa tanda petik “ ”, Klik OK.
2. Pada window Registry Editor : buka HKEY_LOCAL_MACHINE > SYSTEM > CurrentControlSet > Services > Tcpip > Parameters. Cari “IPEnableRouter”. Klik 2x dan ubah value dari 0 menjadi 1.
5. Restart computer
6. Melakukan konfigurasi NIC :
1. Cukup satu saja yang memiliki gateway (Misal : NIC2). Hapus gateway pada NIC yang satunya. (NIC1)
2. (Opsional) Lakukan perubahan nama pada NIC1(Namanya mungkin “Local Area Connection”) menjadi “LAN” dan NIC2 (Namanya mungkin “Local Area Connection 2”) menjadi “Internet”. Tujuannya disini untuk memudahkan mengenali tiap NIC.
7. Mengaktifkan dan mengkonfigurasi NAT.
1. Klik tombol Start > Run…
2. KETIK cmd pada Open dan klik OK
3. Ketik netsh routing ip nat uninstall (untuk menjamin services tidak aktif)
4. Instalasi NAT : Ketik netsh routing ip nat install
5. Menambahkan interface publik : Ketik netsh routing ip nat add interface name=”Internet” mode=FULL
6. Menambahkan interface private : Ketik netsh routing ip nat add interface name=”LAN” mode=PRIVATE
8. Konfigurasi pada PC Client :
PC Client harus dikonfigurasi menggunakan subnet yang sama dengan router. Ubah default gateway dan DNS server menjadi IP address pada router.
• Contoh :
Router :
* NIC1 “LAN” :
IP Address : 192.168.2.1 (sesuai dengan kelas IP yang anda suka)
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : dikosongkan
DNS Server : dikosongkan / di isi sesuai daerah provider anda, saya setting ini di daerah Klaten Jateng dengan
DNS Server : 203.130.208.18
Alternate DNS : 202.134.0.10
* NIC2 “Internet” :
IP Address : 192.168.1.2
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.1.1
DNS Server : 203.130.208.18
DNS Alternate : 202.134.0.10 (sesuai daerah provider anda)
• PC Client :
* Client 01 :
IP Address : 192.168.2.2
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.2.1
DNS Server : 203.130.208.18
DNS Alternate : 202.134.0.10 (sesuai daerah provider anda)
* Client 02 :
IP Address : 192.168.2.3
Subnet mask : 255.255.255.0
Default gateway : 192.168.2.1
DNS Server : 203.130.208.18
DNS Alternate : 202.134.0.10
Dst diurutkan misal : 192.168.2.xx
Contoh gambar yang jelas seperti berikut :
IP AddressLAN yang saya gunakan kelas
IP Address INTERNET yang diberikan oleh Provider Speedy :
IP Address CLIEN
MODEL DAN SIMULASI
Ide awal dari simulasi adalah untuk meniru situasi dunia nyata secara matematis, kemudian mempelajari sifat dan karakter operasionalnya, dan akhirnya membuat kesimpulan dan membuat keputusan berdasar hasil dari simulasi.
Simulasi adalah proses merancang model matematis atau logik dari sistem selanjutnya melakukan eksperimen dengan model tsb untuk menggambarkan, menjelaskan dan memprediksi kelakukan dari system.
Simulasi adalah suatu cara untuk menduplikasi/menggambarkan ciri, tampilan, dan karakteristik dari suatu sistem nyata.
- 1. stilah sistem merupakan istilah dari bahasa yunani “system” yang artinya adalah himpunan bagian atau unsur yang saling berhubungan secara teratur untuk mencapai tujuan bersama.
- ! L. James Havery
John Mc. Manama
C.W. Churchman
- Sistem nyata sulit diamati secara langsung
- Solusi Analitik tidak bisa dikembangkan, karena sistem sangat kompleks.
- Pengamatan sistem secara langsung tidak dimungkinkan, karena :
Cara Masuk Ke Komputer Lain Lewat DOS
anda ingin masuk dikomputer teman anda dalam sebuah LAN ? bisa melihat seluruh isi harddisk teman anda, membuat directory, membuat file, mendelete file atau apa saja ? itu mudah, semua caranya ada disini.
pertama-tama anda harus tahu 2 program penting lalu downloadlah yaitu
internet Maniac
Berfungsi untuk mengetahui ip addreas client melalui computer name / hostname
KaHT (KaHt.exe)
Berfungsi sebagai program untuk menerobos ke computer server atau client
Ingat hanya dengan 2 program diatas maka anda bersiap-siaplah menguasai warnet / kampus / kantor dan sebagainya, lho bagaimana bisa ? hehe
Pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda dengan melihat para hostname dengan 2 cara.
Setelah 2 program diatas di download maka ekstractlah dahulu program tersebut, entah pakek WINZIP atau pakek apa.
Kalo udah di extract lalu pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda dengan melihat para hostname dengan 2 cara.
Untuk Windows XP
Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search, lalu pilih computers or people lalu pilih A computer on the Network lalu langsung klik search maka akan segera muncul computer-komputer yang terkoneksi dalam jaringan.
Untuk Windows 95/98/Me/2000 (kalau anda menemukan open port 135 di OS ini) :)
Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search Lalu For Files or Folders lalu pada menu Search for other item pilihlah computers, lalu akan muncul Search for computer, maka langsung klik Search Now maka nama-nama computer akan muncul
(Alternatif cara yang cepat dapat mengklik My Network Place / Network Neighboure saja)
Setelah kamu dapetin sasaran computer yang mau di masukin / diremote maka kamu langsung aja kamu jalankan program Internet Maniac
Masuklah ke Host Lookup lalu ketikkan nama computer / hostname lalu klik resolve, disini anda akan mendapat alamat ip computer tersebut. Dengan nomor ip ini maka anda sudah mengetahui sasaran computer yang akan di masuki.
Setelah itu selesai maka kita tinggalkan program Internet Maniac, kita akan berlanjut dengan program KaHT, program ini akan didetect sebagai Trojan oleh antivirus, tapi abaikan saja, jangan di hapus / di karantina kalau terdetect, kalau perlu del aja antivirusnya, satu lagi, program KaHT bekerja dalam MS-DOS Mode jadi disini kemampuan anda menggunakan DOS sangat penting, tanpa kemampuan DOS maka anda tidak akan bisa banyak berbuat.
Cara masuk DOS Mode
Untuk Windows XP :
Masuklah ke Start, All programs, Accessories lalu Command Prompt
Untuk Windows 95/98/Me/NT/2000
Masuklah ke Start, Programs, Accessories lalu MS-DOS Prompt
Setelah berhasil masuk DOS maka masuklah di directory program KaHT, masa seh bisa lupa tadi program diextract dimana, hehe, (Misal tadi di extract di C:\KaHT) maka ketikkan “CD\KaHT” dan seterusnya.
Jika sudah, ini saatnya…
Ketikkan “KaHT sebelum_no_ip_komputer_sasaran no_ip_komputer_sasaran.
kalau bingung bisa begini : "KaHT Ip1 ip2"
ip1 : ip awal yang discan
ip2 : ip terahkir yang discan
Misalnya tadi ip-nya 192.168.0.1 setelah di detect pakek Internet Maniac tadi itu lho. Maka ketikkan saja “KaHT 192.168.0.0 192.168.0.1” lalu enter aja Nah disini nanti program akan bekerja otomatis. Setelah selesai menscan jika nanti port 135 ternyata dalam keadaan open maka anda akan otomatis di computer tujuan / sasaran, untuk lebih persisnya anda akan berada di "c:\windows\system" milik komputer tujuan / sasaran setelah pen-scan-an selesai. Anda bisa bebas di computer sasaran, mau edit atau di delete pun bisa, hehe
Nah kalo udah begini kita bisa berkreasi :
Pingin biaya warnet kita lebih murah ?
gampang masuk aja di billing server, ketik Time, ganti aja waktunya, tapi jangan banyak-banyak apalagi minus nanti ketahuan ama operator warnetnya, hehe.
Memata-matai anak yang sedang chatting pakek MiRC di satu warnet / kampus / kantor / lainnya, cari program MiRC yang digunakan dalam computer tersebut, biasanya seh di C:\Program Files\MiRC, buka file MiRC.INI, lalu Log IRC di On kan saja dan kalo mau lihat isi chattingan teman kita itu cukup lewat “/logs” maksudnya kalau tadi di C:\program Files\MiRC program MiRCnya maka cukup masuk aja di C:\Program Files\MiRC\Logs nanti disitu ada file-file log hasil chattingan dia walaupun dia sedang online tetep aja terekam, hehe, kalo mau mastiin dia makek nick apa, gampang banget bisa jalanin aja MiRCnya atau periksa di MiRC.INI, gampangkan.
Apalagi nih, Bikin computer itu rusak, lebih baik jangan, tapi sebenere bisa lho, delete aja file-file systemnya, hehe.
Diatas cuman kreasi dikit aja, kamu bisa aja memanfaatkannya jauh lebih bermanfaat dari pada diatas
Tujuan dari tutorial ini untuk anda yang sering menggunakan komputer dengan Windows 2000 dan XP dijaringan agar lebih waspada terhadap berbagai tindakan usil dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab..
Cara Booting menggunakan Flashdisk
Berikut tips menarik buat yg kepepet harus booting dari "luar" tapi yg ada hanya flashdisk
Misalnya: kepepet pingin login sebagai administrator sementara IT di kantor ndak mau kasih
---------------------------------------
1. Periksa Kompatibilitas BIOS
Jalankan PC Anda dan sebelum Windows boot, masuklah ke sistem BIOS dengan menekan tombol Delete, F2, F12, atau tombol apapun yang diperlukan oleh PC Anda. Bukalah tab atau menu Boot, cari opsi USB Boot dan ubah ke enable. Kemudian masuklah ke menu Boot Device Priority dan naikkan opsi USB device sehingga berada di atas harddisk Anda. Simpan perubahan yang Anda buat dan keluarlah dari BIOS. Biarkan Windows boot seperti biasanya dan persiapkan image operating system yang akan Anda gunakan.
2. Siapkan Image OS
Anda memerlukan file bootable untuk USB Flash Disk (UFD). File tersebut merupakan kunci starter untuk operating system yang ingin Anda boot dari UFD. OS yang bisa Anda boot dari UFD terbatas, ini karena kapasitas dari UFD itu sendiri dan file yang tersedia. DOS merupakan pilihan yang sudah pasti dan karena kebanyakan boot disk DOS hanya berukuran beberapa MB, Anda bisa memasukkan mereka ke UFD. Pilihan lainnya adalah Windows 98/Me start-up disk. Semua file yang dibutuhkan untuk itu bisa di-copy dari disket atau di-download.
3. Siapkan Utiliti yang Diperlukan
Windows tidak selalu bisa memformat UFD dan membuatnya bootable. WinImage merupakan utiliti yang bisa gunakan di sini. WinImage merupakan aplikasi shareware yang memungkinkan Anda untuk mentransfer file ISO image ke perangkat USB. Anda bisa men-download WinImage dari http://www.winimage.com. Utiliti lain untuk membuat bootable disk pada UFD adalah MKBT yang merupakan utility freeware. MKBT sedikit lebih sulit dibanding WinImage tetapi mempunyai fleksibilitas jauh lebih besar begitu Anda mengenalnya. MKBT dapat meginstalasi FAT, NTFS, atau RAW boot sector pada UFD. Anda bisa mendapatkan MKBT dari http://www.nu2.nu/mkbt.
4. Instalasi Utiliti untuk Transfer Image
Jika Anda men-download MKBT, maka yang kemudian perlu Anda lakukan hanyalah mengekstrak file download dan langsung saja jalankan program. Namun, hal sebaliknya terjadi bila Anda men-download WinImage. Klik ganda file instalasi dan kemudian pada kotak dialog yang muncul klik Next. Pada halaman Registrasi, kosongkan saja bagian Name dan Registration Code dan kemudian klik Next. Untuk langkah selanjutnya, Anda bisa mengikuti petunjuk yang diberikan. Sebagai contoh di sini kita akan menggunakan WinImage. (Perlu dicatat bahwa jika belum menggunakan registrasi Anda hanya bisa menggunakan WinImage selama 30 hari).
5. Transfer Image OS Ke UFD
Masukkan UFD ke salah satu slot USB pada PC Anda dan kemudian jalankan utiliti yang akan digunakan untuk mentransfer boot file. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa contoh di sini menggunakan WinImage, oleh karena itu langsung saja jalankan program. Pada menu File pilih Open. Cari file image yang telah Anda siapkan sebelumnya pada langkah 2 dan kemudian klik Open. Pada menu Disk dan kemudian klik perangkat USB Anda. Buka kembali menu Disk dan kemudian klik Write Disk. Pastikan tidak ada yang penting karena semua file yang terdapat pada UFD akan terhapus.
6. Boot Komputer dengan UFD
UFD Anda sekarang telah menjadi bootable disk, sehingga biarkan tercolok pada PC Anda dan restart. Asalkan Anda telah menaikkan urutan prioritas boot perangkat USB di atas harddisk, sistem Anda akan boot ke DOS/Windows dari UFD. Untuk memasukkan bootable OS yang lain ke dalam UFD Anda, ulangi langkah sebelumnya. Download, ekstrak, dan copy files system yang dibutuhkan ke UFD Anda. Jika Anda men-download file ISO (atau image yang lain, gunakan WinImage atau MKBT untuk mentransfer file image ke UFD Anda).
HP Format Tool dan Download Image
Windows tidak selalu bisa memformat USB Flash Disk (UFD) dan membuatnya bootable. Tool lain yang dapat Anda gunakan adalah HP USB Disk Storage Format Tool. Meskipun disebutkan sebagai “Windows-based format utility for HP Drive Key or DiskOnKey USB device,” program tersebut dapat bekerja dengan sebagian besar perangkat UFD. Jika program tidak dapat mengenali UFD yang Anda gunakan, maka Anda bisa menggunakan WinImage atau MKBT. Jika Anda tidak mempunyai disket bootable atau image OS yang ingin digunakan, kunjungi http://www.bootdisk.com untuk men-download image start-up disk dari beberapa versi DOS dan OS lainnya.
Tips Menginstal Linux dengan USB :
Gunakan Software “UNetbootin” dan juga pastikan bahwa Flash disk anda memiliki kapasitas tidak kurang dari 1G. Selain USB, pastikan Anda telah menentukan distribusi Linux yang diinginkan, yaitu: Arch linux, BackTrack, CentOS, CloneZilla, Damn Small Linux, Debian, Dream Linux, Elive, FaunOS, Fedora, Frugalware, Gentoo, Gujin, Kubuntu, Linux Mint, Mandriva, netBSD, NTPasswr, openSUSE, Ophcrack, Parted Magic, PClinuxOS, Puppy Linux, Slax, SliTaZ, Smart Boot Manager, Super Grub Disk, Ubuntu, Xubunu, Zenwalk.
Sebagai contoh, instalasi kali ini menggunakan distro Linux BackTrack 3 dan Ubuntu 8.04.1 LTS, dengan USB Kingstone DataTraveler 2.0 1GB. Berikut langkah-langkah instalasinya, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (12/9/2008):
1. Download UNetbootin, simpan pada desktop.
2. Klik kanan UNetbootin pada desktop, lalu pilih Properties.
3. Klik tab Permissions, beri tanda centang (v) pada kotak ‘Allow executing file as program’, lalu klik tombol Close.
4. Tancapkan terlebih dulu USB ke port komputer. Ini sangat penting karena Anda tidak akan bisa menggunakan USB jika menancapkannya setelah Anda membuka aplikasi UNetbootin.
5. Selanjutnya, klik dua kali file exe UNetbootin yang sudah di-download tadi, lalu ketikkan password hingga aplikasi UNetbootin terbuka.
6. Pilih distribusi dan versi Linux yang Anda inginkan, lalu pilih tipe instalasi dan klik Ok untuk memulai instalasi.
Selesai! Restart komputer dan booting-lah dari USB. Sekarang Anda dapat menggunakan sistem operasi Linux portabel Anda.











